Wahai Diri, Aku Sayang Kamu
Hai,
semuanya.
Selamat
datang di blog pertamaku, selamat membaca tulisan perdanaku.
Perkenalkan,
namaku Prita Aldilla Oktaviana, biasa dipanggil Prita atau Tata. Aku lahir di
Kota Malang pada 24 Oktober 2001. Aku merupakan anak bungsu dari tiga
bersaudara. Sekarang ini, kakak pertamaku sedang merantau ke luar kota untuk
bekerja, sedangkan kakak keduaku sudah berkeluarga dan tinggal bersama
suaminya. Aku tinggal bertiga dengan kedua orang tuaku. Keluargaku bukanlah
keluarga yang kurang mampu, bukan juga kalangan yang kaya raya. Kami hidup
sederhana dan bahagia.
Sebenarnya,
melalui tulisan ini, aku ingin menyampaikan keprihatinanku terhadap dunia.
Maksudku, dunia maya. Di era yang serba canggih ini, media sosial terkesan
menjadi napas kehidupan. Semua orang pasti punya media sosial, bahkan lebih
dari satu. Seakan-akan, media sosial merupakan kebutuhan primer selain sandang,
pangan, dan papan. Lalu, apa salahnya? Memang tidak ada yang bisa melarang
seseorang bersosial di dunia maya. Namun, akan menjadi masalah jika kita tidak
menggunakannya dengan bijak.
Memangnya,
bagaimana cara menggunakan media sosial dengan bijak? Ya, dengan tidak
mengunggah postingan negatif, tidak menyebarkan kabar hoax, dan tidak
memberikan komentar yang besifat intimidatif atau menghina. Karena setiap
postingan yang kita unggah ke publik, bisa jadi memberi dampak terhadap orang
lain, kita tak pernah tahu. Selain itu, kita juga harus bijak dalam menanggapi
postingan dan komentar orang di media sosial. Jangan mudah terprovokasi atau ‘baper’
dengan kehidupan orang lain.
Salah satu
isu yang sedang ngetrend saat ini
adalah “insecure”. Insecure itu apa sih? Ya, bisa dibilang perasaan minder atau
tidak percaya diri. Istilah insecure mulai ramai dibicarakan di dunia maya.
Perasaan ini biasanya muncul ketika melihat postingan orang lain yang berparas
cantik atau tampan, kaya, ataupun berprestasi. Ketika melihat orang yang lebih
baik, lebih rupawan, atau lebih kaya dari mereka, mereka langsung merasa ‘insecure’pada
diri sendiri. Bisa dibilang, mereka iri dengan yang orang lain miliki sedangkan
mereka tidak punya. ‘Kenapa aku tidak secantik dia’, ‘kenapa aku tidak punya
rumah semewah rumah dia’, atau ‘kenapa aku tidak berprestasi seperti dia’.
Lalu, siapa
yang salah? Apakah mereka yang rupawan, kaya, dan berprestasi tidak boleh
menggunakan media sosial dan memperlihatkan kelebihan mereka? Tentu saja tidak
ada larangan. Artinya, kita lah yang harus bijak dalam menyikapi setiap
postingan orang lain. Mereka cantik, memang mereka dilahirkan seperti itu. Mereka
kaya, mungkin itu hasil kerja kerasnya sendiri, dan patut kita contoh. Mereka berprestasi,
bukankan seharusnya kita menjadikannya motivasi daripada menganggapnya sebagai
bahan untuk insecure pada diri sendiri?
Teman-teman
semua, sayangilah diri kalian. Jangan membandingkan diri kalian dengan orang
lain karena setiap orang punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Kalian
bisa berharga dengan cara kalian sendiri. Jangan silau dengan kelebihan orang
lain, justru jadikan itu motivasi agar kalian bisa menjadi lebih baik dari
mereka. Setuju, ya?
Oh iya,
kalian juga harus tahu, cara menyayangi diri sendiri bagi masing-masing orang
itu berbeda. Jadi jangan memaksakan cara orang lain kepada diri kalian. Pertama-tama,
kalian harus mengenali dan memahami diri kalian sendiri. Kenali kepribadian
kalian itu seperti apa, apa saja kekurangan dan kelebihan kalian. Lalu, cobalah
untuk bisa menerima kekurangan dan memaksimalkan potensi diri kalian.
Aku ingin
sedikit berbagi bagaimana caraku untuk bisa menerima dan menyayangi diri
sendiri. Kunci utamanya adalah bersyukur. Ketika kita bisa mensyukuri nikmat
Tuhan yang telah diberikan kepada kita, maka kita akan bisa menerima diri kita
bagaimanapun keadaannya dan apapun kekurangannya. Karena Tuhan pasti
menciptakan manusia dalam keadaan sempurna, punya keistimewaan masing-masing.
Cara kedua
setelah bersyukur adalah mencari motivasi. Carilah alasan kenapa kalian harus
menerima dan menyayangi diri sendiri. Kalau aku pribadi, motivasiku adalah keluarga
dan sahabat. Keluarga, adalah lingkungan pertama yang akan menjadi garda
terdepan saat kamu punya masalah, yang akan menerimamu apapun keadaannya, dan
yang akan selalu ada untukmu. Sahabat juga selalu siap mendengarkan setiap
curhatanmu, siap membantu kapanpun kamu butuh. Artinya, banyak orang yang
sayang kamu. So why you don’t do the same?
Coba katakan
pada diri sendiri, “Wahai diri, aku sayang kamu.”
Komentar
Posting Komentar